Tempat belajar, berkembang dan berkarya

February 5, 2016 by in category Tips tagged as , , , , , , , , , with 2 and 0
Home > Tempat belajar, berkembang dan berkarya > Blog > Tips > Tempat belajar, berkembang dan berkarya

 

Cofila…

adalah salah satu tempatku untuk berkembang. Mungkin banyak sekali yang bertanya apasih itu cofila. Cofila adalah salah satu kelompok bakat minat (KBM) atau kalo di kampus lain menyebutnya UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Kampusku. Cofila kepanjangan dari Communication Film Addict, darinamanya sudah terlihat kalo kelompok ini berisi mahasiswa pecinta film.  Aku bergabung dengan cofila semenjak tahun pertama aku masuk kampus. Sebenernya ada banyak sekali KBM lain yang keren yaitu Comic (Communication in Camera) , FloiRadio, dan Lentera. Bukan tidak ingin masuk ke KBM tersebut tapi saya memilih Cofila untuk belajar tentang film.

Bukan perkara mudah masuk kedalam cofila ternyata..

Memang mungkin terdengar simple ketika anda seorang yang awam melihat tentang film, tapi tidak semudah anda mendownload atau streaming bajakan lalu menontonya. Banyak sekali hal yang dilakukan untuk bisa menjadi seorang film maker. Mulai dari pembuatan ide sampai editing itu ternyata tidak mudah. Pada awal aku mulai masuk di cofila, jujur aku buta sekali dengan produksi sebuah film apalagi cara ngeditnya. Jangankan cara ngeditnya shooting pake kamera apa aja aku gatau. Yaaa.. jujur aku cuma seneng nonton film tapi gapernah berpikir bagaimana cara membuatnya. Akhirnya pertemuan pertama cofila pun dimulai.

Jujur saya pertama dateng sedikit minder karena awalnya hanya ikut-ikut temen buat masuk KBM. Karena pencapaian saya pertama kali masuk KBM hanya poin dari Universitas. Poin itu adalah syarat kelulusan di Universitas saya. Poin yang harus dicapai untuk S1 adalah 1000 poin, makadari itu saya ikut KBM biar udah mulai nabung poin diawal perkuliahan. Melanjutkan yang tadi pertemuan cofila pertama kali adalah perkenalan pengurus dan perkenalan ke semua anggota. Disitu saya merasa senang, karena jujur saya sudah biasa ngomong di depan orang banyak sejak SMA. Singkat cerita banyak sekali teman-temanku berasal dari luar kota. Mulai dari Jakarta, Surabaya, Bandung hingga luar pulau jawa seperti Sumatra, Kalimantan dan Papua. Disitu saya merasa senang karena bisa bertemu orang-orang baru. Mulai dari latar belakang budaya, cara berbicara, sampai kata-kata kotor setiap daerah itu aku sempat tanyakan hahahaha.

Lalu masuk di pertemuan kedua, kami disitu diharuskan untuk memilih jobdesk apa yang akan kami lakukan di cofila. Tidak sedikit teman-teman yang sudah tau mau menjadi apa di cofila. Ada yang mau jadi director, script, cameraman, artistic dan masih banyak lagi. Peminat paling banyak adalah cameraman terntaya. Tidak banyak yang mau menjadi script karena mereka tidak biasa menulis dan merasa kurang dalam pembuatan cerita. Urutan kedua ada director yang menjadi minat teman-teman. Katanya sih biar bisa mengatur film dan bisa meng-ketuai. Lalu ada beberapa yang bingung sebenernya mau ngapain di cofila. Beberapa yang bingung itu ternyata juga termasuk saya didalamnya. Dan yang lebih lucu yang bingung itu saya cowok sendirian. Setengah dari yang bingung itu akhirnya memilih menjadi bagian dari artistic karena pertimbangan mereka cewek yang lebih paham menganai make-up. Setelah itu giliran saya yang harus menentukan pilihan. Sesuatu yang sulit karena saya jujur tidak pernah megang kamera sebelumnya, ya pasti saya tidak akan memilih cameraman. Lalu jujur ada ketertarikan saya menjadi director, tapi saya ga pede untuk mengatur sebuah produksi film. Akhirnya karena dari SMA ketertarikan saya tentang komputer tinggi, saya memilih yang hubunganya dengan komputer yaitu editor. Jujur saya sama sekali memilih editor itu karena hubungannya dengan komputer. Tidak pernah berpikir bagaimana cara menjadi editor.

Singkat cerita saya akhirnya mencintai dunia editing video. Banyak hal ternyata yang bisa dipelajari dari editor. Salah satunya adalah ketika saya ingin belajar kamera itu bukan sesuatu yang sulit, karena saya udah belajar duluan di bagian editingnya. Mulai dari masalah composisi, colouring, pencahayaan, itu semua berjalan sendiri ketika saya menggunakan kamera. Pekerjaan mengedit itu bukan masalah gampang, saya sudah belajar hampir setahun pun saya masih merasa kurang. Karena editor-editor di dunia dan Indonesia keren-keren semua.

Jadi buat cofila adalah tempat belajar, berkembang dan berkarya. Kalau dulu sebelum saya belajar editing video, saya dikasih pertanyaan “Mau belajar cameraman dulu apa editor dulu?” Saya pasti langsung jawab cameraman, karena cameraman adalah jantungnya dari sebuah gambar yang dibentuk. Tapi kalo sekarang saya dihadapkan pada pertanyaan yang sama jawabannya adalah editor dulu. Karena dengan menjadi editor kamu bakal lebih tahu mengenai gambar yang diambil. Terus kamu bakal lebih tahu composisi yang pas buat film. Yang terahkir kamu akan lebih efektif dan efisien saat kamu jadi cameraman. Kenapa bisa? ya pasti kamu bakal ambil gambar yang sudah ada dalam pikiran saat kamu mau edit. Jadi tidak boros data video, tidak butuh lebih banyak shoot.

Nahh, itu cerita singkatku mengenai cofila, terimakasih sudah membaca. Tapi jangan percaya 100% dengan omongan saya, karena saya cuma manusia hahaha

Mau tahu bagaimana editing video sederhanaku? Bisa subscribe ke channelku di https://www.youtube.com/channel/UCaWOmjrYfHiOl15vwKZO6gw

Peace!

2 Comments

  • harga foredi gel
    on February 21, 2016 Reply

    Good post! We are linking to this particularly great content on our site.
    Keep up the great writing.

  • Thomas
    on March 6, 2016 Reply

    Your site can go viral, you need some initial traffic only.
    How to get initial traffic? Search in google for: nhuum’s seo

Add comment

PROUDLY POWERED BY WORDPRESS ~ CREATED BY ISHYOBOY.COM